RSS

Selasa, 22 Juni 2010

Filateli




Perkembangan teknologi yang semakin cepat, memungkinan orang untuk menulis dan mengirimkan surat secara manual pun semakin berkurang.........
Pemanfaatan e-mail, sms, dan sebagainya telah banyak menggusur penggunaan surat-menyurat secara manual.... Namun tetap saja ada hal yang tidak tergantikan ketika menerima surat, perasaan memegang kertas dan melihat tulisan tangan asli ataupun gambar-gambar seseorang tidak dapat tergantikan oleh e-mail........
Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, penggunaan e-mail yang lebih praktis dan lebih cepat merupakan salah satu keunggulan dari email namun menulis dan mengirimkan surat secara manual pun memiliki suatu sensasi tersendiri. Selain perasaan saat memegang kertas dan melihat tulisan tangan, salah satu hal yang tidak dapat digantikan adalah mengenai kertas surat, amplop, dan prangko.
Ya, bagi saya hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang istimewa terutama prangko....
Para kolektor prangko biasa disebut dengan "Filateli" ini merupakan salah satu hobi dalam mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya......
Sedikit saya mengulas sejarah adanya prangko. Pada zaman dahulu tepatnya di Inggris pihak yang wajib membayar akan ongkos pengiriman surat adalah pihak "penerima surat" bukan pihak "pengirim" hal tersebut berdampak kurang baik bagi dirjen pos di Inggris. Mengapa? Karena banyak pihak penerima yang tidak mau membayar ongkos tersebut, akhirnya atas pemikiran brilian dari seseorang bernama Sir Rowland Hill dilakukan penetapan tarif atas ongkos pengiriman kepada "pengirim" surat. Dan untuk lebih mempermudah berapa harga yang harus dibayar maka diciptakanlah prangko sehingga proses pengiriman surat pun berlangsung lancar. Prangko pertama yang diciptakan adalah prangko yang dikenal dengan sebutan "The Penny Black" prangko ini dicetak pada tanggal 6 Mei tahun 1840 dengan nominal sebesar 1 penny (nama mata uang di Inggris).
Sementara awal adanya hobi mengumpulkan prangko dilakukan oleh Doktor Gray yang merupakan orang pertama yang tercatat sebagai pengumpul prangko pertama di The London Times. Selanjutnya hobi ini pun semakin luas dan berkembang sehingga tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Awal mula saya mengkoleksi prangko bermula ketika saya diajak oleh ayah saya ke sebuah toko alat-alat tulis di Bandung, di sana saya melihat sederetan kertas-kertas dalam ukuran kecil berwarna -warni dengan gambar-gambar yang menarik, lantas saya pun bertanya kepada ayah saya dan menjelaskan bahwa itu adalah prangko......
Mungkin terdengar aneh, tapi toko alat-alat tulis tersebut menjual beberapa set prangko yang berasal dari mancanegara. Sejak saat itu saya pun jadi tertarik akan prangko kemudian ayah saya membelikan saya sebuah album prangko dan beberapa set prangko......
Hal tersebut terus berlanjut dan minat saya pun semakin bertambah, selain itu saya juga mengumpulkan prangko dari surat-surat yang kami terima serta membeli prangko di kantor pos untuk mendapatkan prangko koleksi terbaru yang diterbitkan, ternyata teman SD saya pun memiliki minat yang sama dengan saya, kamipun bertukar-tukar koleksi..... Hal tersebut terasa sangat menyenangkan ^^
Hal ini berlanjut hingga saat saya berada di bangku SLTP, saya sangat senang karena sekolah saya menyediakan berbagai kegiatan ekstra kurikuler dan diantaranya adalah "Filateli" Di sini melalui bimbingan guru yang baik "Bapak Taufik" pengetahuan saya pun semakin bertambah akan prangko beserta wawasan akan negara-negara yang ada di prangko......
Koleksi saya pun bertambah, tidak hanya dari dalam negri tetapi juga dari luar negri. Menariknya, guru saya selalu membahas secara detail akan prangko beserta benda-benda pos lainnya dan memberikan kami pengetahuan akan negara-negara yang ada di prangko yang kami miliki. Beliau juga membagi-bagikan koleksinya kepada kami setiap kami dapat menjawab pertanyaan ataupun memberikan pertanyaan yang menarik seputar prangko, begitu anyak kenangan yang kami alami, saya dan teman-teman sangat berterimakasih akan kesediaan beliau dalam mengajar kami. Hal yang tidak terlupakan saat menjadi seorang filatelis adalah ketika kami diajak oleh guru pembimbing ke pameran prangko dimana prangko dari berbagai negara di pamerkan daan dijual di sana sungguh menyenangkan^_^
Filateli merupakan hobi yang menyenangkan dan menambah wawasan ^_^



Daftar Pustaka:
H. Soerjono. 2000. Mengenal Dunia Filateli. Bandung: PT POS Indonesia.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

auh, siapa tuh temen SD yang dimaksud? (*´ェ`*) sampe sekarang masi hobi filateli bu? btw filateli itu merujuk pada "hobi mengumpulkan benda2 pos" bukan orangnya, kalo orangnya disebut filatelis -> anak linguistik =p

*ma-chan

Sisca Ayu mengatakan...

betul bahwa kegiatan filateli itu bagus bs menambah wawasan dan juga melestarikan benda2 pos dari zaman dulu sampai skrg biar ada sejarahnya gitu. Oia gw mau meralat bahwa filatelis itu orangnya sdngkan filateli itu kegiatan/hobi. ok bu

Poskan Komentar

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini