RSS

Selasa, 11 Mei 2010

Dampak kekerasan Verbal


Mungkin selama ini tidak disadari bahwa kita sering melakukan kekerasan yang bersifat verbal dalam artian tidak berbentuk kekerasan fisik melainkan melalui ucapan yang kadang kita anggap sebagai candaan atau gurauan semata.

Bagi kita sebagai orang dewasa bentuk kekerasan verbal berupa candaan atau gurauan mungkin terdengar biasa-biasa saja namun bagaimana jika berupa cacian atau makian? Tentunya kita akan merasa sakit hati begitu pula dengan yang dirasakan oleh anak-anak. Kata-kata yang menyakitkan tersebut biasanya bermakna melecehkan kemampuan anak, menganggap anak sebagai sumber kesialan, mengecilkan arti si anak, memberikan julukan negatif kepada anak, dan memberikan kesan bahwa si anak tidak diharapkan akan memiliki dampak jangka panjang terhadap perasaan anak dan dapat memengaruhi citra diri mereka.
“Berbagai bentuk ucapan yang bertujuan menyakiti anak akan berpengaruh kepadanya. Baik dalam kehidupan saat ini maupun di masa yang akan datang,” kata psikolog Rudangta Arianti Sembiring Psi.

Terkadang kita menganggap bahwa kata-kata berupa panggilan atau julukan yang sering kita lontarkan kepada anak atau seseorang terlihat tidak berdampak besar namun tidak semua orang khususnya anak-anak dapat menerimanya dengan baik atau wajar. Bagi mereka yang memiliki sifat sensitif akan membuat seseorang menjadi stress, depresi, dan minder. Mereka akan menganggap bahwa diri mereka menjadi seperti yang selama ini dikatakan oleh orang-orang. Dan ibarat sebuah lingkaran, korban dari kekerasan verbal akan meneruskan "kebiasaan" buruk tersebut kepada orang lain.

Bagaimana mengatasi hal tersebut? memang terkadang tak bisa dihindari sebutan dan panggilan tersebut sulit dikendalikan dan tidak menutup kemungkinan ada juga orang-orang yang tidak terpengaruh akan hal ini. Untuk mengetahuinya, kita bisa melihat bagaimana perubahan mimik seseorang saat ia menerima panggilan-panggilan tersebut. Apabila ia menunjukka rasa kekesalan atau kesedihan maka ini menjadi tanda yang sangat jelas bahwa anda harus menghentikan kebiasaan tersebut.

Tentunya akan lebih baik jika dalam menjalin hubungan baik dengan keluarga maupun dengan sahabat, kita selalu bersikap dan berkata-kata dengan baik. Sehingga tidak ada seorang pun yang menjadi korban dari kekerasan verbal. Kekerasan verbal bisa mengubah kepribadian , pola pikir, dan perilaku seseorang ke arah yang negatif. Oleh sebab itu, jagalah ucapan kita kepada setiap orang sehingga hubungan yang kita bina pun menjadi baik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini